Beranda kesehatan Dugaan Malpraktik Terjadi Di RS Siti Khodijah Sidoarjo

[Video] Dugaan Malpraktik Terjadi Di RS Siti Khodijah Sidoarjo

0
BERBAGI

Sebuah video yang baru diunggah 28 Januari 2018 menunjukkan kemarahan keluarga pasien kepada dokter spesialis dan staff-nya yang diduga dari Rumah Sakit Siti Khodijah, Sidoarjo. Pasalnya, ada tindakan medis yang menurut pihak keluarga sebuah malpraktik.

Dari berita yang dapat dikumpulkan, video tersebut direkam pada bulan Desember 2017 lalu, pasca korban (ibu perekam) meninggal dunia saat dalam perawatan tim rumah sakit. Dugaan malpraktik dan inprofesionalitas pihak rumah sakit, lantaran sang korban (Almh. Supariyah, 67 tahun) tidak mendapatkan perawatan dan kunjungan dari dokter yang bertanggung jawab langsung sesuai jadwal periksa pasien.

loading...

Dalam video tersebut pun tertangkap suara dari pihak korban yang kecewa sambil berteriak bahwa suster jaga saat itu menyuntik korban yang sudah meninggal.

“Berarti suster tadi nyuntik mayit (mayat). Sudah tahu itu (meninggal), tapi tetap nyuntik mayit sampeyan,” teriakan perempuan yang juga merupakan anak korban.

Mengenai kronologis yang dilansir dari situs lokal setempat memaparkan pengakuan anak korban berinisial FR bahwa sejak korban dirawat 20 Desember, dokter spesialis saraf berinisial MH yang terjadwal memeriksa pasien tidak sekalipun hadir untuk melakukan pemeriksaan.

“ironisnya baik bidan, dokter piket, maupun dokter yang menaganinya waktu itu tidak mengetahui sama sekali kalau ibu saya sudah meninggal sekitar pkl. 21.00 malam, dengan berbekal ilmu kepramukaan adik saya Abu Daud dan keponakan masing masing memegang lengan tangan ibu saya ternyata sudah tidak ada denyut nadinya, sepontan kami berteriak panggil suster yang jaga dan kemudian dokter Hamdan juga dipanggil baru mau muncul,” begitu yang terkutip.

Pihak keluarga pun mengaku sudah membuat laporan ke kepolisian terhadap pihak rumah sakit dan dokter yang bertanggung jawab atas pasien. Namun laporan tersebut mendapat penolakan dari pihak kepolisian setempat.

Sampai saat ini tidak ada berita lain yang mengulas mengenai kasus tersebut. Sekiranya jika berita ini benar, dan bukan hoax, diharap pihak yang berwajib melakukan tindakan yang adil dan benar.

Tapi jika berita ini hoax, ah mana mungkin ada orang seiseng dan semarah ini sampai memvideokan pihak suster dan dokter sungguhan ke media sosial.

Mohon Petugas pusat segera dikroscek kebenarannya, kasihan bagi pihak korban jika memang berita ini benar adanya.

Sumber : sentilannews.com dan sorottransx.com

LEAVE A REPLY